Praktek dan Konsultasi :

Graha Tranceformasi
Jl. Tukad Pule No.32 Sesetan

Bengkel Peradaban
Jl. Cenigan Sari IVB No.9 Denpasar

Arsip

Jangan Jadi Penikmat Dakwah !

Jangan Jadi Penikmat Dakwah!
Akhir-akhir ini, pertumbuhan organisasi Islam dan jumlah aktivis Islam semakin banyak, bahkan sangat banyak. Kalau kita masuk ke pelosok-pelosok desa, sudah semakin banyak jumlah aktivisnya. Apalagi di kota  besar, di kampus-kampus sangat banyak aktivisnya.
Namun, kalau kita perhatikan lebih dalam, maka kita akan menemui dari sekian banyak aktivis yang ada hari ini hanya sebagian kecil yang benar-benar dengan serius mengemban amanah dakwah, hanya sedikit yang memiliki tekad yang besar dalam beramal. Bisa dihitung orang-orang yang sebenarnya paling pantas menyandang predikat sebagai aktivis Islam. Mungkin jumlah aktivis yang benar-benar ikhlas dan berkontribusi sungguh-sungguh tidak lebih dari puluhan saja. Dan mungkin Anda bisa menghafal nama-nama mereka karena memang sangat sedikit.
Data aktivis Islam itu hanya terlihat banyak di dokumen, arsip, dan database saja. Namun kemana semua aktivis Islam itu pergi saat ada proyek-proyek amal yang menuntut kontribusi? Jika kita mau jujur pada diri kita, hari ini, yang banyak adalah kader aktivis Islam yang hanya menjadi penikmat-penikmat dakwah. Yang hanya hadir dari majelis ke majelis ilmu, kemudian mereka menjadi pengamat yang begitu nikmat mengomentari ini dan itu tentang perkembangan dakwah Islam hari ini. Mereka merasa cukup dengan perubahan mereka dari seorang muslim yang biasa-biasa saja, kemudian hari ini mereka telah masuk dalam lingkaran aktivis Islam. Mereka berhenti dan merasa cukup dengan apa yang ada pada diri mereka hari ini. 
Jika Anda bertanya pada mereka di organisasi mana saya mereka aktif, maka sebagian mereka bisa menyebutkan begitu banyak organisasi tempat mereka aktif, rata-rata diatas lima sampai sepuluh organisasi, namun hanya terdaftar namanya saja.
Jika suatu ketika Anda bertanya tentang peran dan kontribusi mereka dalam dakwah sejak mereka menyatakan bergabung dengan barisan aktivis dakwah Islam,  mereka hanya berkata, “Wah…, saya hanya simpatisan,” atau “Saya hanya pendengar saja,”  ada juga yang lebih parah mengatakan “Saya terjebak!” dan kalimat-kalimat lainnya yang sejenis.
Hari-hari mereka penuh dengan rutinitas. Setiap pekan jasad mereka hadir dalam lingkaran-lingkaran ta’lim (halaqah). Jasad mereka juga hadir dalam rapat dan pertemuan-pertemuan kader dakwah. Mereka juga hadir dalam seminar-seminar dakwah. Mereka membaca buku-buku dakwah. Mereka sangat menikmati artikel-artikel Islam dan kajian-kajian dakwah. Dan hanya sebatas itu. Ya, sungguh hanya itu saja yang mereka lakukan.
Namun ada pula yang lebih parah, mereka tidak tertarik membaca buku, dan mulai malas-malasan hadir di pengajian, saat halaqah yang mereka pertontonkan hanya kelemahan mereka, dengan memamerkan wajah ngantuk mereka. Jika Anda bertanya pada mereka, berapa buku yang sudah mereka baca, maka mereka hanya menuntaskan membaca satu atau dua buku saja dalam setahun. Ada pula yang hanya asyik membaca novel-novel dan cerpen yang kesannya sangat Islami kisahnya. Mereka hanyut dalam angan-angan cinta yang “islami”. Padahal kalau mau berkaca, orang-orang di level mereka semestinya bukan lagi menjadi penikmat novel-novel dan cerpen. Harusnya buku yang mereka konsumsi adalah buku-buku yang berhubungan dengan pemahaman dakwah mereka, karena mereka telah berjanji setia bahwa mereka telah menginfakkan harta dan jiwa mereka untuk memperjuangkan dakwah Allah. Mana janji manismu?
Biasanya, jika Anda perhatikan kehadiran mereka dalam agenda-agenda dakwah. Kebiasaan terlambat sudah menjadi trademark mereka. Karena mereka hanya memberikan waktu siwa mereka untuk dakwah Islam. Atau sedikit saja dari harta mereka untuk diinfakkan dijalan dakwah.
Padahal Allah pernah berfirman, “Dan janganlah kalian memilih yang buruk lalu kalian infakkan darinya.” (QS Al Baqarah 267)
Lalu kenapa yang diinfakkan adalah waktu sisa? Uang receh yang sudah tidak lagi berharga bagi mereka? Bukan kah Allah hanya menerima yang terbaik dari hambanya?
dakwah ini membutuhkan waktu utama kita, bukan waktu sisa.
dakwah ini membutuhkan harta utama kita, bukan harta sisa.
dakwah ini membutuhkan usia muda kita yang produktif, kuat dan sehat.
Islam ini meminta yang paling baik, mulia, dan agung dari diri kita semua.
Kalau kita lihat kembali sejarah para sahabat dan orang-orang shalih di masa lalu, kita akan temukan Abu Bakar yang telah menyedekahkan seluruh hartanya untuk dakwah. Saat Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?”
Abu Bakar menjawab, “Aku sisakan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka.”
Tentu kita pun tahu siapa yang menjadi penyandang dana pasukan ummat Islam saat Perang Tabuk berlangsung? Beliau adalah Utsman bin Affan. Kita bisa bayangkan bagaimana beratnya beliau penjadi donatur tunggal. Beliau yang membiayai semua kebutuhan pasukan Muslimin saat itu. Mulai dari perbekalan, kendaraan perang bahkan sampai membiayai persenjataan saat itu. Dan kita pun tahu saat perang Tabuk jumlah pasukan Muslimin yang beliau biayai, lebih dari sepuluh ribu pasukan. Dan masih banyak lagi contoh kontribusi dakwah terbaik yang dipersembahkan oleh aktivis Islam di masa lalu.
Apa yang kita temukan hari ini? Bukan tidak banyak orang yang kaya raya, dan mereka adalah Muslim. Dan mereka pun adalah aktivis Islam. Namun kita tidak melihat mereka berinfak untuk membiayai dakwah dengan harta terbaik mereka. Bisa diamati bagaimana mereka begitu berat mengeluarkan infak bulanan dari penghasilan mereka untuk membiayai dakwah. Siapa yang siap menanggung dan membiayai proyek dakwah yang dahsyat ini? Siapa?
Sahabatku, sebenarnya masih banyak yang perlu kita renungi tentang keberadaan diri kita selama kita telah memutuskan untuk beriltizam dengan dakwah ini. Ketika saya mengatakan “mereka” sesungguhnya saya tidak sedang menunjuk siapa siapa. Bayangkan dihadapat kita ada cermin. Lihatlah wajah kita dicermin itu. Bertanyalah pada diri apakah benar kita aktivis dakwah Islam? Seperti kitakah profil kader dakwah Islam itu?
Mari bertanya, jika memang kita mengaku sebagai aktivis dakwah Islam, sudah berapa orang yang kita ajak pekan ini untuk hidup bahagia bersama Islam? Berapa orang yang sudah menjadi lebih baik di lingkungan kita dengan keberadaan kita? Bagaimana anak-anak kita? Apakah mereka betul-betul sudah hidup dalam nilai-nilai dakwah Islam? Bagaimana dengan istri dan suami kita? Apakah kita sudah hidup Islami? Sudahkah kita mendakwahi keluarga kita, tetangga kita, orang tua kita, atau mungkin kita belum melakukan semua itu? Lalu siapakah kita sebenarnya?
Sahabatku, jangan sampai hanya nama kita saja yang terdaftar dalam keanggotaan semua organisasi dakwah. Jangan sampai kehadiran kita dalam kegiatan kegiatan dakwah hanya untuk setor wajah dan mengisi absensi. Kemudian duduk, dengar, dan diam.
Mari kita buktikan bahwa kita betul-betul telah beriltizam dalam dakwah ini. Karena Islam memerlukan aktivis yang rela berkorban dan berkontribusi. Tidak ada manfaatnya jika kita hanya menonton dan berkomentar saat melihat persoalan ummat ini.
Coba bandingkan saat lampu padam di gelap malam, ada seseorang hanya berteriak-teriak ditengah kegelapan, mengkritik pengelola listrik negara, dan seterusnya. Seorang aktivis yang baik adalah ketika tahu bahwa listrik padam dan ruangan menjadi gelap, mereka akan berdiri dari tempat duduknya kemudian bergerak mencari sesuatu yang bisa menggantikan cahaya lampu listrik, menyalakan lilin atau lentera.
Sahabatku, sungguh keshalihan itu bukan dari kata, kemuliaan itu bukan dari ucapan. Namun, dengan amal dan kerja nyata.  Dan surga tidak akan bisa diraih tanpa melakukan perjuangan.
baca artikel lainnya di fimadani  atau http://www.banglubis.com
READ MORE - Jangan Jadi Penikmat Dakwah !

Kenapa Takut di Hipnotis?


Hipnosis atau hypnosis sejak tahun 1990an hingga era 2000an semakin menjamur di Indonesia, semakin banyak orang yang berminat belajar dan mengajarkannya. Seiring dengan semakin mudahnya hipnosis di pelajari. Dengan metode metode yang mudah difahami. Organisasi hypnosis dan asosisasi hipnosis pun semakin banyak bertumbuhan di seluruh penjuru indonesia.

Tidak hanya dikalang umum, banyak artis dan komedian yang kemudian juga memanfaatkan hipnotis/hypnosis untuk menjadi daya tariknya. Sebut saja Uya Kuya, Limbat, Joy Sandi, Deddy Corbuzer, Rommy Rafael, dan banyak lagi. Sebagian diantara mereka mengemas hipnotis/ hypnosis sedemikian rupa hingga menjadi sebuah sajian yang menghibur.

Namun demikian jika kita turun lebih jauh ke masyarakat masih banyak dikalangan masyarakat yang takut dan khawatir saat mendengar kata hipnotis/hypnosis. Sebagian besar diantara mereka justru takut disebabkan sistem yang ada dalam keyakinan mereka yang terbentuk menjadi persepsi buah dari apa yang mereka baca dan saksikan di televisi.

Sebagian besar mereka menghawatirkan bahwa saat dihipnotis mereka akan kehilangan kendali diri dan menyerahkan kesadarannya pada kendali orang lain.

Adapula yang khawatir akan terbongkar rahasianya seperti apa yang sering mereka saksikan di televisi akhir akhir ini. misal rekan rekan saya atau banyak orang yang mengangap saya adalah Master Hipnotis dan pengajar hypnosis, sering setiap kali ketemu mereka berkata “mas saya jangan dihipnotis ya.” Saya jadi tertawa...bukankan disaat mereka berkata demikian sebenarnya mereka sudah terhipnotis...hahaha

Ada juga yang takut dihipnotis karena mereka khawatir bahwa setelah masuk kedalam kondisi hypnosa mereka tidak bisa keluar dari kondisi bawah sadarnya..jadi bisa tidur selamanya...haha atau juga mereka menjadi takut karena jika mereka tidak bisa keluar dari kondisi hypnsa nya mereka akan terus meneruh menjadi orang orang yang dikendalikan dan bertindak seperti orang bodoh. Hehehe..

Tidak hanya itu saat menjelang libur hari raya misalnya, diterminal di kota kota besar dan dipinggir jalan banyak juga dipasang spanduk spanduk himbauan kepada masyarakat agar berhati hati. Kalimat “Waspada Barang Barang Anda dari Copet dan  Hipnotis”, “Hati Hati Hipnotis” dan lain sebagainya, membuat masyarakan semakin besar persepsi negatif mereka pada hipnotis.

Jadi hipnotis itu tidak begitu begitu amat kog...

Tidak ada yang perlu ditakuti dari hipnotis...

Hipnotis/hypnosis/hypnotherapi adalah sebuah pendekatan yang sangat bermanfaat untuk membangun kesadaran diri, seseorang yang di hipnotis sebenarnya masih dan selalu bisa mengendalikan diri mereka. Otak kita sudah sedemikian sempurna diciptakan tuhan lengkap dengan sistem pertahanannya...tidak semudah itu bagi manusia untuk melakukan manipulasi kepada pikiran. Jika Anda suatu hari diterapi hipnotis maka sebenarnya Anda memiki kendali penuh atas diri Anda apakah Anda mau mengikuti saran atau sugerti yang disampaikan oleh seorang ahli hipnotis atau tidak.

Saat dihipnotis Anda sangat bisa memilih informasi apa yang Anda anggap perlu Anda sampaikan, jika sesuatu yang Anda anggap rahasia Anda bisa memilih untuk tidak menyampaikannya. Seandainya saja hipnotis bisa digunakan untuk membongkar rahasia orang lain. Maka saya kira semua persoalan besar dinegeri kita misal kasus Bank Century, kasus mafia pajak, mafia hukum, Gayus Tambunan, Nazarudin dengan Wisma Atlet nya, belum lagi kasus Antasari Azhar, kasus kasus rekening gendut di kepolisian, dan masih banyak lagi kasus kasus besar di negeri ini, yang sebenarnya jika hypnotis itu mampu membongkar rahasia tinggal dihipnotis saja orang orang yang disangka melakukan kejahatan korupsi misalnya, pasti bereskan? Hahaha

Ternyata memang hipnotis tidak bisa untuk membongkar rahasia orang lain, artinya orang yang dihipnotis sekalipun masih bisa berbohong.

Sedangkan ketakutan tidak bisa bangun dari kondisi hypnotis adalah tidak perlu karena saat Anda di hipnotis, kapanpun Anda ingin bangun sebenarnya bisa saja Anda bangun. Tanpa harus di bangunkan oleh sang master hipnotis...atau saat misal sekelompok orang sedang di hipnoterapi massal kemudian tiba tiba ada gempa yang mengguncang, pasti semua orang yang dihipnotis akan sadar dan berlari berhamburan juga ke luar ruangan.

Sederhananya hopnotis dan hypnotherapi tidak perlu di takuti, karena memang tidak membahayakan bagi siapapun.

Berminat belajar hipnotis?

Ingin bisa hipnotis?

Ini ILMU menarik yang perlu Anda Anda kuasai untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.
READ MORE - Kenapa Takut di Hipnotis?

Pengaruh Kedalaman Hypnosis dalam Mencapain Hasil Terapi



Beberapa Sahabat bertanya pada saya tentang bagaimana cara melakukan proses hypnosis hingga dapat membawa klien kedalam coma state (kondisi hipnosis yang sangat dalam), katanya lebih dalam dari somnambulism. Saat saya tanya untuk tentang kondisi koma yang di maksudkan, mereka mengatakan dengan kondisi koma maka proses terapi akan bisa lebih berkualitas.

Namu menurut saya kedalam hypnosis bukanlah suatu keharusan dalam mencapai kualitas terapi dibutuhkan klien. Dari pengalaman menangani klien sering kali justru kondisi hypnosis yang sangat ringan sudah sangat membantu klien menemukan kesadaran kesadaran baru mereka. Bahkan tanpa perlu meminta klien memejamkan mata. Apalagi harus pakai kata TIDUR. Hahaha

Tak perlu merepotkan diri dan klien untuk memaksakan klien harus masuk kedalam kondisi hypnosis yang dalam baru Anda melakukan terapi. Justru sebenarnya kondisi hypnosis yang ringan, atau Anda cukup memandu klien Anda untuk sampai ke level medium saja sudah sangat efektif. Bahkan menurut saya lebih efektif jika dibandingkan dengan kondisi hypnosis yang dalam.

Kenapa kondisi hypnosis yang ringan justru membuat sesi terapi lebih efektif? Jelas. Karena saat klien berada dalam kondisi hypnosis medium atau bahkan kondisi yang ringan, klien lebih mudah untuk mengingat secara sadar semua sugesti yang diberikan kepada klien.


Namun dalam kasus kasus yang berat misal disaat Anda ingin melakukan terapi dengan regresi umur, menciptakan sebuah kondisi anastesi mental, atau mungkin ketikan Anda ingin mengatasi trauma yang berat yang berhubungan dengan kasus penganiayaan dan pemerkosaan misalnya. Maka kondisi hypnosis yang  lebih dalam tentu sangat membantu.

Jadi hypnotic coma, somnambulism atau apapun namanya. Bukanlah sebuah keharusan untuk mendapatkan kualitas terapi hypnosis Anda. namun eratnya keterkaitan batin Anda dengan klien lah yang bisa lebih membawa peran besar dalam membantu klien mendapatkan kualitas terapinya.

Denpasar 10 November 2011
10.56
READ MORE - Pengaruh Kedalaman Hypnosis dalam Mencapain Hasil Terapi

Adakah Orang yang Tidak Bisa Dihipnotis ?

Kalau kita baca di beberapa tulisan dan penjelasan tentang hipnosis/hipnotis ada yang menyatakan bahwa hanya orang orang tertentu yang bisa di hypnosis. Yaitu hanya orang orang yang bisa mendengar, berkonsentrasi dan rileks yang dapat di hypnosis. Dan saya yakinkan Anda bahwa pernyataan tersebut tidaklah benar. Karena siapapun  Anda yang ingin dihipnosis akan bisa masuk kedalam kondisi hipnosis kapan saja Anda mau.
Sedangkan bagi klien klien yang masih memiliki kencenderungan resisten atau bahkan menolak untuk dihypnosis maka seorang hypnotherapist harus bisa menciptakan cara cara yang kreatif untuk membantu siklien bisa memasuki kondisi hypnosisnya sesuai dengan kondisi yang di butuh kan oleh klien.
Guru saya pernah berkelakar, masa iya Anda buka klinik hypnotherapi namun di papan nama Anda tuliskan khusus hanya menerima klien yang bisa di hypnosis? Atau mungkin Anda mengatakan oh, maaf therapi tidak bisa kita lanjutkan karena Anda tidak bisa dihypnosis.hahahaha...
Siapapun yang ingin masuk kedalam kondisi hypnosis, dan ingin di hipnotis. Sebenernya prakteknya sangat fleksibel. Seorang hypnotherapis yang baik akan sangat mudah bisa membangun hubungan secara bawah sadar dengan si klien melalu teknik teknik tertentu. Seorang hypnotherapis yang handal tidak akan mempermasalahkan siapapun kliennya, sesulit apapun  klien untuk rileks bukan masalah. Karena hypnotherapis yang memiliki pemahaman yang utuh tentang kondisi kliennya akan sangat mudah menemukan teknik yang sesuai bagi kliennya.
Dan hypnosis pun bisa dimanfaatkan untuk semua orang termasuk para tunanetra dan tunarungu, tentu dengan sedikit melakukan modifikasi dalam prosedur yang biasa dilakukan kepada klien klien yang semua indrawinya berfungsi dengan baik.
READ MORE - Adakah Orang yang Tidak Bisa Dihipnotis ?

Pengaruh Kawan dalam Pembentukan Prilaku


Seperti telah kita ketahui bersama bahwa pola pembentukan prilaku manusia berawal dari terbentuknya pikiran, yang kemudia dikirimkan ke otak untuk di proses sebelum kemudia di representasikan menjadi sebuah tindakan dan prilaku. kemudia prilaku yang terus menerus berubah menjadi kebiasaan, berlanjut menjadi pembentuk karakter dan sistem keyakinan manusia.

Satu hal yang perlu kita perhatikan bahwa karakter terbentuknya pikiran dan menguatnya sebuah informasi menjadi sistem keyakinan dalam pikiran seseorang adalah apa yang sering dilihat, didengar dan dirasakan.
Banyak sekali kita menemukan keadaan seseorang berubah sangat tergantung dengan pergaulannya, pembentukan prilaku manusia sangat dipengaruhi juga dengan lingkungan yang ada disekeliling mereka. 
Salah satu bagian dari lingkungan yang berpengaruh besar terhadap pembentukan prilaku manusia adalah kawan dan pergaulan. dengan senantiasa bergaul, melakukan aktifitas bersama sama , masing masing orang terus saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. 
Sifat alamiah manusia belajar sesuatu memang diciptakan dengan memodel (meniru) dan mengikuti. sehingga karakter seseorang bisa jadi adalah curian dari lingkungannya. pembentukan sistem keyakinannya adalah hasil dari modelingnya atas lingkungan yang direkam oleh VAKGOnya. sehingga dengan siapa Anda berkawan maka sangat besar pengaruhnya dalam perubahan pola pikir Anda dan menentukan bagaimana nasib Anda di hari yang Akan datang.
Misal Anda adalah seorang pemuda yang senang dalam melakukan kebiasaan kebiasaan positif, konsekuen dan taat dalam menjalankan perintah perintah agama. Namun Anda memiliki teman teman yang menghalangi Anda dengan berbagai cara, tentu lebih sulit bagi Anda untuk mewujudkan impian dan cita cita kebaikan Anda. dan biasanya teman teman yang  “membunuh” kebaikan dalam diri Anda memiliki banyak cara yang perlu Anda waspadai.
Misal ketika Anda ingin berkomitmen menjaga ibadah Anda, maka teman yang buruk biasanya akan mengajak Anda untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama mereka, kadang berjam jam bahkan Anda tidak menyadari bisa jadi seharian waktu Anda habis sia sia, bisa dipastika hidup Anda yang dipenuhi dengan penyesalan dan agan agan untuk menjadi pribadi yang baik.
Seorang pemuda yang datang ke klinik psikoterapi kami berkisah tentang sahabatnya yang sebenarnya adalah lulusan sebuah pondok pesantren yang secara umum diyakini memiliki pemahaman agama yang kuat. Kenyataannya setelah merantau dan masuk kedalam pergaulan dan pertemanan yang salah. Maka hari  ini pria itu telah terjerumus pada sebuah prilaku menyimpang yang dikenal dengan kaum gay.
Demikian besar pengaruh lingkungan dan teman dalam menentukan nasib kita. Tentu Anda juga pernah mengetahui bahkan mengalami sendiri bagaimana besarnya pengaruh teman terhadap perubahan diri Anda.
Pergaulan dan teman teman sangat mungkin menjadi penghalang seseorang untuk menjadi pribadi yang hidup berkualitas dan penuh makna. Namun siapapun Anda tentu memiki kekuatan dan sumber daya untuk mengalahkan dan mengendalikan ganguan gangguan dari teman yang bertujuan menjauhkan Anda dari masa depan Anda yang penuh dengan kebahagiaan.
Yang perlu kita tanamkan sebagai kekuatan penghalang dari segala bentuk gangguan dari pergaulan adalah niat yang kuat, impian yang dahsyat, visi yang jelas dan langkah yang mantap dalam mewujudkan cita cita kita.
Misi besar kita dalam hidup ini adalah beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi. Maka tidak ada tempat memohon pertolongan dan tempat berlindung kecuali kepada Allah. Dan selalu menghadirkan kesadaran kita agar senantiasa aware dalam berpegang teguh pada agama Allah.
“Barang siapa yang berpegang terguh  kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Ali Imran : 101) 
Jangan pernah memberi kesempatan kepada teman teman Anda untuk menentukan jalan hidup Anda. pastikan Andalah yang senantiasa mepersuasi teman teman Anda, bukan Anda yang menjadi korban persuasi dari pergaulan Anda. senantiasa sadarilah bahwa waktu Anda mahal. Dan tidak ada yang lebih mahal dari pada kesempatan hidup yang dianugerahkan Allah pada kita saat ini. jika nafas ini lepas dari kerongkongan maka berakhir sudah semuanya. 
Pastikan tidak ada siapapun teman dan pergaulan yang bisa mencuri waktu Anda dari kebaikan kebaikan yang Anda yakini. Atau Anda akan menyesal karena menanggung kerugian yang abadi. Satu deting yang lalu tidak akan pernah tergantikan sampai kapanpun.
Hadirkan selalu kesadaran bahwa setiap saat dan detak jantung ini adalah bagian yang harus dipertanggung jawabkan kelak, tinggalkan semua yang menjauhkan kita dari Allah. Yakini dalah qalbu kita bahwa siapa yang meninggalkann sesuatu karena Allah , maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Dan dalam dua kebaikan ada kebaikan. 
Dulu semasa saya mulai mengenal islam dan bertekan meninggalkan semua pergaulan dan teman teman saya yang mengajak saya menyia nyiakan hidup ini. saya sempat membayangkan jika saya tak berteman dengan merka, siapa lagi yang akan berteman dengan saya? Namun sangat indah rencana Allah, saat saya berupaya memperbaiki diri saya, mulai meninggalkan pergaulan dan teman teman lama dengan kebiasaan buruk saya bersama mereka, setelah itu Allah mengirimkan kedalam hidup saya sahabat sahabat yang sholih dan hari ini saya bahagia hidup diantara mereka yang senantiasa mensuanakan hari hari dalam bingkai ibadah. Merekalah sebaik baik teman sebagai pengganti dari Allah.
READ MORE - Pengaruh Kawan dalam Pembentukan Prilaku